Dari grafik return saham, dapat diperoleh kesimpulan bahwa return saham mengalami pergerakan fluktuatif yang pada masa-masa tertentu mengalami kenaikan atau penurunan secara signifikan. Namun secara keseluruhan, return saham Elnusa cenderung menurun. Sedangkan return pasar IHSG dan LQ45 juga menunjukkan pergerakan fluktuatif, tetapi tidak ada pergerakan yang terlalu drastis seperti return saham. Hal ini dipengaruhi oleh return saham, sehingga apabila return saham meningkat, return pasar IHSG dan LQ45 juga akan meningkat.
Selasa, 26 April 2011
Analisis Regresi
Berdasarkan analisis regresi, diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y = α + βx
Y = Return saham
α = Alpha/intercept
β = Beta (koefisien regresi)
x = Return pasar
Dari hasil analisis regresi dapat dilihat hubungan antara variabel dependen (return saham/Ri) dan variabel independen (return pasar/Rm) dilihat dari intercept dan koefisien variabel βx.
Beta adalah ukuran dari sensitivitas pergerakan return saham karena pergerakan return pasar. Beta menunjukkan korelasi antara pergerakan harga satu saham dengan pergerakan pasar secara keseluruhan. Semakin tinggi beta, maka semakin sensitif saham tersebut terhadap perubahan pasar. Oleh karena itu, investor harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap beta saham.
§ Jika beta = 1, artinya return saham itu bergerak sama persis dengan return pasar.
§ Jika beta > 1, artinya pergerakan return saham lebih tinggi dibandingkan dengan return pasar.
§ Jika beta < 1, artinya pergerakan return saham lebih rendah dibandingkan dengan return pasar.
Kami menghitung regresi menggunakan program Microsoft Excel dan kemudian memperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Analisis Regresi IHSG
Y = -0.000143784 + 0.126521044 x
Dari persamaan di atas, diperoleh alpha sebesar -0.000143784, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta IHSG adalah sebesar 0.126521044. Jika return pasar bernilai tetap atau tidak ada pergerakan, maka return saham bernilai -0.000143784. Setiap kenaikan 1% return pasar IHSG, maka akan menaikkan 0.126521044% return saham Elnusa. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengaruh return pasar IHSG terhadap return saham adalah positif. Beta saham Elnusa sebesar 0.126521044 menunjukkan nilai kurang dari 1, artinya pergerakan return saham lebih kecil dari pergerakan return pasar IHSG. Semakin besar beta, semakin peka return saham terhadap perubahan return pasar, dan semakin berisiko pula saham tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa return saham Elnusa tidak cukup peka terhadap perubahan return pasar dan tidak terlalu berisiko.
Analisis Regresi LQ45
Y = -0.0000420201245669281 - 0.0330939341317233 x
Dari persamaan di atas, diperoleh alpha sebesar -0.0000420201245669281, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta LQ45 adalah sebesar -0.0330939341317233. Jika return pasar bernilai tetap atau tidak ada pergerakan, maka return saham bernilai -0.0000420201245669281. Setiap kenaikan 1% return pasar LQ45, maka akan menurunkan 0.0330939341317233% return saham Elnusa. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengaruh return pasar LQ45 terhadap return saham adalah negatif. Beta saham Elnusa sebesar -0.0330939341317233 menunjukkan nilai kurang dari 1, artinya pergerakan return saham lebih kecil dari pergerakan retun pasar LQ45. Semakin besar beta, semakin peka return saham terhadap perubahan return pasar, dan semakin berisiko pula saham tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa return saham Elnusa tidak cukup peka terhadap perubahan return pasar dan tidak terlalu berisiko.
Pengujian Hipotesis
1. Hipotesis
Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara return pasar terhadap return saham Elnusa.
Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan antara return pasar terhadap return saham Elnusa.
2. Pengambilan Keputusan
Ha: β > 0, atau Ho: β = 0 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Dengan α = 5% maka untuk menentukan apakah ada pengaruh signifikan dari return pasar IHSG dan LQ45 terhadap return saham perusahaan.
Dari perhitungan regresi tersebut untuk return pasar IHSG terhadap saham Elnusa diperoleh hasil koefisien (β) = 0.126521044 > 0 maka Ha diterima Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara return pasar IHSG terhadap saham Elnusa.
Dari perhitungan regresi tersebut untuk return pasar LQ45 terhadap return saham Elnusa diperoleh hasil koefisien (β) = -0.0330939341317233 < 0 maka Ha ditolak Ho diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara return pasar LQ45 terhadap return saham Elnusa.
Analisis Return Saham dan Return Pasar
Secara keseluruhan, pergerakan return saham Elnusa dari bulan Februari 2008 hingga Maret 2011 bersifat fluktuatif yang dapat dilihat dari grafik pergerakan return saham. Pada tanggal 26 Maret 2008, return saham Elnusa mencapai titik tertinggi selama periode Januari 2008 hingga Maret 2011, yaitu 0,306451613. Sedangkan return saham mengalami titik terendah pada 6 Oktober 2010, yaitu -0,225. Kemudian pada periode tersebut, return saham bergerak secara fluktuatif tetapi pada hari tertentu sering mengalami kenaikan secara drastis.
Return pasar IHSG pada periode ini juga bisa dibilang mengalami pergerakan yang fluktuatif, tetapi tidak ada pergerakan yang sangat menonjol. Pada tanggal 25 Februari 2008 return IHSG mencapai puncak tertinggi 0,079214825 dan pada tanggal 23 Oktober 2010 mencapai titik terendah, yaitu -0,1037525.
Return pasar LQ45 pada periode tersebut mengalami pergerakan fluktuatif tetapi tidak ada pergerakan yang terlalu menonjol. Titik tertinggi return pasar LQ45 terjadi pada tanggal 22 Desember 2008 sebesar 0,103011 sedangkan titik terendah terjadi di angka -0,118635659 pada tanggal 20 Oktober 2008.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis di atas, melalui perhitungan antara harga saham dan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks LQ45 dari tanggal 1 Januari 2008 sampai 31 Maret 2011 PT. Elnusa, Tbk., kita dapat menghitung nilai beta sahamnya. Dari perhitungan harga saham dan IHSG, diperoleh beta sahamnya sebesar 0.126521044, karena beta positif artinya pergerakan return saham berbanding lurus dengan return pasar (return pasar bergerak naik 1%, maka return saham akan naik 0.126521044%), tetapi karena tidak sampai 1 maka cenderung tidak begitu berpengaruh terlalu signifikan. Namun dari perhitungan harga saham dan saham LQ45 diperoleh beta sahamnya sebesar -0.0330939341317233, karena beta negatif artinya pergerakan return saham berbanding terbalik dengan return pasar (return pasar bergerak naik 1%, maka return saham akan turun -0.0330939341317233%), tetapi karena memiliki koefisien positif, maka pergerakan saham Elnusa lebih sensitif terhadap LQ45.
Langganan:
Postingan (Atom)